Tuesday, February 8, 2011

Aktualisasi dan Implementasi Vakasi

"Eksodus" Reve Bandung ke Depok

Latar Belakang

Rabu, 2 Februari 2011

Liburan ke Depok yang hanya sejenak,semua berawal dari Bagus. Bagus telah begitu jenuh oleh akumulasi tanggungjawab dan kehidupan di kampus. Selain itu, “uang panas” yang akhir-akhir ini ia kelola telah mengubah paradigmanya tentang arti liburan. “Yang penting keluar dari Bandung”, cetusnya.

Oleh karena itu, ia pun mengajak Irsyad pergi berlibur ke Depok. Awalnya hasrat ini di tolak mentah-mentah oleh Irsyad, karena tidak jelas dan terkesan aneh. Namun, Bagus tak patah arang, ia pun mengajak rekan reve lainnya, Adit. Dengan persiapan ala kadarnya, Bagus pun menyodori usulan liburan ke Depok. Dan seperti biasa, Adit pun menolak dengan lebih menyakitkan. Dengan dalih asas manfaat, Bagus terpojok. Dan hanya dapat tersenyum lebar.
Kejadian ini terjadi pada hari Rabu malam,2 Februari 2011.


Kamis,3 Februari 2011
“Sad,bsok k depok
yok?sama adit,anggi
Naek mgi,ktemu d mcd
Jam setengah2,mau?


Petikan SMS diatas masuk ke hape Irsyad pada keesokan malam harinya, Irsyad pun menyetujuinya begitu saja. Tak lama berselang, SMS dari Adit pun masuk menanyakan hal yang sama.

Jumat,4 Februari 2011

Assembling Point yang di sepakati adalah McD Dago. Sekitar pukul 2 siang, Adit ”terpaksa” membeli Es Krim seharga 3 ribu rupiah hanya agar kami bisa menunggu Anggie di dalam McD (mengharukan bukan? T.T). Tak lama berselang Anggie pun datang. FYI, Anggie selama ini tidak dilibatkan dalam pembicaraan beberapa hari sebelumnya.

Namun, tampaknya telah terjadi sebuah miss-komunikasi. Akibatnya drama debat kusir pun tak-terelakkan lagi, Anggie dan Adit mengira mereka ke Depok memenuhi undangan Cika untuk datang ke wisudaaannya, namun ketika hal ini dikonfirmasi ke Bagus, ternyata sungguh bertentangan. Begitu pula perihal tidak terundangnya Jovie, Adit mengira itu sudah di selesaikan oleh Bagus karena Bagus yang ”Ngundang”. Sedangkan Bagus mengira sudah di tangani oleh Adit karena Adit sekosan sama Jovie. Sedangkan Irsyad, ”ya udah lah pasti ada yang ngajak”,(polos). Ironi ini berdampak di kemudian hari. Ck..ck..ck..

Tapi, kalau di gambarkan ekspresi wajah mereka saat itu:
Anggie: wah, asyik nih kewisudaannya cika.. yeay..
Adit: aden nemani anggie nyo..
Bagus: Liburan, keluar dari bandung, trus di traktir makan ama cika..
Irsyad: kemana aja boleee..

Depok, Here We Come

Setelah dari McD, dengan menggunakan DAMRI kami pun menuju terminal, harga tiket yang dikenakan sebesar 2 ribu rupiah per orang.

Sekitar jam setengah empat sore kami sampai di terminal dan berangkat ke Depok menggunakan bis MGI jurusan Bandung-Depok, dengan harga tiket sebesar 45ribu rupiah. Satu hal yang perlu diingat di dalam bis adalah jangan membeli makanan yang kata penjualnya hangat. Itu bohong!

Waktu tempuh perjalanan selama di tol lebih kurang hanya 2 jam, dan kami sampai di penyeberangan stasiun UI-Depok sekitar jam setengah tujuh malam.

Ambassador untuk UI adalah Ajo. Sedikit bercerita, ajo sebelumnya pernah menjadi bulan-bulanan bu Hafni yang ketika itu ditugasi menemani siswanya ke UI untuk mengikuti perlombaan di FMIPA, dan kebetulan bu Hafni kenal dengan Muharza(panggilan ibu hafni kepada Ajo), dan rasanya tidak salah menunjuk ajo sebagai pemandu, karena selain berpengalaman dia mampu memberikan tempat perisitirahatan yang nyaman dan rasa aman buat kami.

Meski demikian, ketika sampai di UI, kami sempat merasa ditelantarkan oleh Ajo, karena dia tidak menunggu di tempat yang sebagaimana mestinya. Sampai-sampai Bagus terpaksa buang air kecil di semak-semak dengan menggunakan botol bekas gelas aqua, yang katanya gak cukup.


Akhirnya, kami pun menaiki bikun(bis kuning; yang hanya ada di UI) menuju kosannya Ajo. Setelah turun, kami bertemu ajo dan makan malam sebentar dengan biaya 11 ribu rupiah untuk Ayam Beringis ditambah Teh Manis PANAS.
Selesai makan, Adit berpisah dengan Anggie, karena Anggie nginap di tempat teman SD-nya, Mega. Yang tak lain juga merupakan teman sekelas Bagus waktu SMP di 1.3 yang telah dilupakannya. (Sungguh Terlallu!)

Sekanjutnya Irsyad,Ajo,Adit, dan Bagus bersama-sama menuju kosan Ajo.
Karena kelelahan, Bagus tidur duluan, lalu disusul Adit dan Irsyad setelah menonton film, dan terakhir ajo, yang katanya baru tidur jam 3 pagi karena berbagai faktor, salah satunya akibat riuh rendah dengkuran dan bunyi SMS Bagus yang hampir seirama.

Sabtu,5 Februari 2011

Mega, Teman yang Terlupakan

Sabtu itu adalah pagi yang cerah, sepertinya mentari dan tetumbuhan mendukung perhelatan wisudaan yang akan diadakan di Balairung UI. Kami pun berniat untuk sarapan terlebih dahulu. Berhubung ajo jarang sarapan, kami hanya dapat menemukan warteg di sana, dengan biaya 7 ribu rupiah sudah cukup untuk mengganjal perut di pagi itu.

Dan tak disangka Kami pun menjalin silaturrahmi dengan teman Anggie yang bernama Mega. Orangnya bersahabat dan sangat baik, terbukti, meskipun dengan jelas Bagus menyatakan tidak ingat dengannya, Mega masih mampu mengukir senyum di wajahnya.

Alkisah, dulu Mega adalah siswi di SMP 4 Pekanbaru, lalu di kelas 2 SMP pindah ke Padang, dan melanjutkan sekolahnya di SMA 1 Padang dan kini kuliah di Akuntansi UI. FYI, SMA 1 Padang di tahun 2007 memasok sekitar 70 lebih siswa/i nya ke ITB, maka tak heran ternyata Mega juga merupakan teman dari teman kosannya Irsyad yang juga kebanyakan anak SMA 1 Padang. Selain itu, Mega juga mengetahui tentang akomodasi ke tempat wisata Kota Tua yang akan kami kunjungi. Dan bersama Anggie ikut mengabadikan momen-momen kami selama berada di Kota Tua.

Liburan

Liburan bagi Bagus hanyalah keluar dari Bandung, namun bagi Irsyad ini adalah observasi dan petualangan baru. Untuk itu pergilah kami ke tempat wisata Kota Tua.

Untuk sampai di Kota Tua kami menggunakan kereta api dari stasiun UI. Dalam jangka waktu sekitar 45 menit dan biaya 2000 rupiah untuk kelas ekonomi, tak heran kami sempat berdiri beberapa menit di sarana transportasi favorit rakyat ini. Aroma Nangka dan pedagang berbagai kalangan silih berganti menaiki kereta. Dan hanya gerombolan kami yang terlihat muda dan trendi.

Kota Tua, Lalu Museum Bank Indonesia

Overall, Kota Tua dulunya merupakan wilayah ”Gouvernoor Kantoor” milik Belanda yang di sulap menjadi tempat replika benda-benda bersejarah yang sebagian besar peninggalan Djakarta Tempoe Doeloe. Ada berbagai ornamen bertuliskan “Jangan di Sentuh”. Namun, sebagai orang Indonesia, ada saja oknum yang menyentuh replika-replika tersebut. Foto-foto di bawah ini adalah penampakannya:)
(note:Biaya untuk masuk ke tempat ini adalah 1000 rupiah per orang.)






Tempat paling menarik adalah Museum Bank Indonesia. Masuknya gratis dan hanya perlu mengantri untuk mengambil tiket. Dan tidak hanya itu, di pintu masuk saja, kami sudah di suguhi dengan tulisan menarik yang bertuliskan: Tidak perlu di sentuh, cukup gunakan bayangan anda saja.

Awalnya kami tidak menyadari apa maksudnya, ternyata ada sensor yang mengantisipasi bayangan seseorang hingga mengakibatkan seseorang dapat mengganggu bayangan lain yang dipantulkan oleh proyektor.

Menelusuk ke dalam, kami dibuat takjub dengan sejarah Bank Indonesia, yang di buat atraktif dan komunikatif melalui pajangan baik tulisan maupun mediavisual.


Break

Sekitar pukul 2 siang, kami kembali ke Depok menggunakan kereta kelas ekonomi ber-AC. Harganya 5.500 rupiah. Sesampainya di Stasiun UI, tidak terdapat lagi yang namanya bikun. Yang ada hanya Ojek jauh dekat 5000 rupiah. Sebuah harga sewa ojek yang fantastis!


>>>>>>>>>Fast Forward
Cika
Sampai lah pada saat harus menemui Cika, to say hi, foto-foto dan salute..
Dengan mengendarai ojek seharga 5000 RUPIAH (Sebuah harga sewa ojek yang fantastis!). Adit, Irsyad,Anggi dan Bagus menuju Balairung UI. Sedangkan Ajo, sudah pergi lebih dulu. Ternyata Hall nya UI lumayan luas. Banyak juga wisudawan yang berfoto-foto di tempat ini.
Dari kejauhan, tampak Cika sedang berfoto dengan bundanya, entah nyata atau tidak, tapi Irsyad melihat Cika terlihat menitikkan air mata dari kejauhan. (haha.. tp itu ga mungkin, pikirnya)
Akhirnya, Cika datang menghampiri kami, dan langsung memeluk Anggie, layaknya kawan lama yang tlah lama tak bersua. Cipika-cipiki. Lalu..... Kyaaaa..Kyaaaa... Kyaaaa...
Sementara itu, Kondisi Cowok2:
Adit: ndeh, dasar wanita.. ck..ck.. *sok bijak, trus senyum dikit
Bagus: senyum-senyum
Irsyad: rahasia
Beberapa saat kemudian ajo datang, dan akhirnya terekamlah momen di bawah ini:
Dan juga yang ini:
>>>>>Fast Forward lagi
Setelah sekian banyak sesi pemotretan di akhir perjumpaan sore itu, kami pun di undang untuk makan malam oleh Cika. CMIIW.
kemudian, karena mengira jaraknya dekat, kami pun kembali ke kosan dengan berjalan kaki. ( oon, ternyata lumayan jauh jga broww)
Makan - Makan

Tibalah saat yang di nanti-nanti Bagus, makaan- makaaann.. tampak sekali motivasinya dari keheningannya menikmati hidangan yang tersedia..
Penampakan Sebelum :

Setelahnya :

Pelaku :

Yang bayarin :

udahan ah, capek ngetiknya.. :p
Nice Weekend.

4 comments:

  1. weeww...

    ternyata ada yang nulis semua runut ceritanya..jadi keliatan siapa yg senang sbenarnya pas liburan kmaren sampai dipost di blog..ckckckc

    :D

    ReplyDelete
  2. -_____- (nasib orang terintimidasi)

    ReplyDelete
  3. biarin.. toh yg pny hak blog aku.. hahhaahhaa

    ReplyDelete
  4. sekedar informasi..

    uang yang saya kelola adalah sebagian kecil uang ITB insyaAllah halal..amien..

    istilah "uang panas" itu adalah istilah dari seorang berinisial A Oct

    hehehehe :D

    ReplyDelete

Facebook



Followers